Search
Close this search box.

BREAKING

NEWS

Desa Padang Jadi Teladan: Peluncuran Kampung Literasi Bangkitkan Semangat Membaca dari Akar Komunitas

Ale Ale TV News – Ketapang, Kalimantan Barat — Desa Padang, Kecamatan Benua Kayong, resmi dicanangkan sebagai Kampung Literasi, Kamis (24 Juli 2025), dalam sebuah acara yang sarat makna dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi upaya penguatan budaya membaca di lingkungan desa, sekolah, hingga keluarga.

 

Rangkaian kegiatan dibuka dengan penampilan seni budaya lokal: Gendang Tar dari Sanggar Family Tanah Kayong, pertunjukan bertutur oleh ananda Hasnah Qonita, serta pembacaan puisi berjudul “Satu Buku Sejuta Impian” oleh Kholifah — keduanya dari SDN 13 Benua Kayong — sebagai simbol kuatnya potensi generasi muda dalam menyuarakan literasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan seperti Kepala Desa Padang Marwansyah, S.Pd, Sekcam Benua Kayong Uti Rustam Effendi, ST., MT, Regional Manager KREASI Kalimantan & Maluku Silverius Tasman, serta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ketapang Yulianus, M.AP, bersama perwakilan Dinas Pendidikan, Bank Kalbar, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Mahadi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen pendukung lainnya.

 

Dalam sambutannya, Marwansyah menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pojok baca yang telah disediakan di lima titik di Desa Padang. Ia juga berharap adanya dukungan lanjutan dalam bentuk tambahan bahan bacaan yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat, seperti bidang pertanian, perikanan, dan wirausaha.

Uti Rustam Effendi, Sekcam Benua Kayong, menyebut peluncuran ini sebagai langkah awal yang diharapkan dapat menginspirasi terbentuknya kampung literasi di desa-desa lainnya di wilayahnya.

 

Sementara itu, Silverius Tasman dari KREASI mengungkapkan tantangan serius rendahnya kemampuan membaca anak-anak Indonesia berdasarkan survei PISA tahun 2022. Ia menekankan pentingnya membentuk ekosistem literasi yang mendalam, menyeluruh, dan berkelanjutan, dimulai dari keluarga hingga masyarakat desa.

 

Senada dengan itu, Yulianus, M.AP dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menyampaikan bahwa literasi kini mencakup lebih dari sekadar baca tulis. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal pembangunan gedung perpustakaan representatif senilai Rp9 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk menunjang program literasi ke depan.

 

Desa Padang dipilih sebagai lokasi Kampung Literasi karena memiliki potensi sosial-budaya yang tinggi, dukungan komunitas yang kuat, namun juga menghadapi tantangan rendahnya akses terhadap bacaan bermutu. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan intervensi yang inklusif, Desa Padang diharapkan menjadi model literasi desa di Kabupaten Ketapang.

 

Sebagai simbol komitmen bersama, acara ditutup dengan pemotongan pita oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, serta penandatanganan komitmen lintas sektor untuk mendukung gerakan literasi di Desa Padang. Foto bersama mengakhiri acara penuh semangat tersebut, menandai awal dari gerakan kolaboratif untuk mencetak generasi pembaca masa depan yang tangguh. (Hadi MH)

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest