Ale Ale TV News – KETAPANG — Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang menggelar Pertemuan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Balita dalam rangka pencegahan stunting bagi tenaga kesehatan, Selasa, 1 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Melalui SDIDTK, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan stimulasi sesuai dengan tahapan usia anak, mendeteksi lebih awal adanya penyimpangan pertumbuhan maupun perkembangan, serta memberikan intervensi dan tindak lanjut secara tepat.
Pertemuan ini menghadirkan dua narasumber, yakni dokter spesialis anak RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, dr. Andi Anita Utami, Sp.A., serta Suharningsih, S.K.M., dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, M.M., menegaskan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak yang dilakukan secara rutin, terarah, dan berkesinambungan.
Menurutnya, deteksi sedini mungkin terhadap permasalahan tumbuh kembang akan mempermudah pemberian intervensi sehingga anak memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Semakin cepat suatu permasalahan ditemukan, semakin cepat pula intervensi dapat diberikan,” demikian penekanan dalam kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan SDIDTK tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dunia pendidikan, kader, masyarakat, orang tua, serta keluarga.
Dukungan keluarga melalui pemenuhan kebutuhan gizi, penerapan pola asuh yang tepat, pemberian kasih sayang, komunikasi yang baik, hingga aktivitas bermain sesuai usia anak juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang sekaligus mencegah stunting.
Melalui pertemuan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang berharap pelaksanaan stimulasi, deteksi, pencatatan, pelaporan, serta tindak lanjut terhadap berbagai permasalahan tumbuh kembang anak dapat semakin optimal.
Penguatan kapasitas tenaga kesehatan tersebut diharapkan turut mendukung upaya pencegahan stunting dan memastikan setiap anak di Kabupaten Ketapang memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal. (HM)




